Pendidikan Agama Islam Berbasis Tiga Matra Pemberdayaan Sosial-Paritisipatif

  • Bakir Bakir Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, IAI Nurul Jadid Paiton
Keywords: Islamic education, Islamic Education based of social-participatory learning, moral development

Abstract

This paper to describe the current challenges of Islamic religious education in the school environment while offering a new method of how Islamic Education can respond to these challenges in the future. What separated from Islamic teaching method is its sensitivity to the complex social realities. This paper offers a method of empowerment of students based on three dimensions of participation: power in, power with, power within. All three are applied in Islamic education to ensure learners are able to work individually and collectively to keep emphasizing the moral spirituality as a fundamental value of humanity.

References

Abdullah, M. Amin. 2000. “Kajian Ilmu Kalam”, dalam Komaruddin Hidayat & Hendro Prasetyo (ed.), Problem dan Prospek IAIN: Antologi Pendidikan Tinggi Islam, Jakarta: Depag RI.
A’la, A. 2004. “Keberagamaan Umat dan Teologi Kritis.” Kompas. 26 November.
Agustian, A. G. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ). Jakarta: Arga.
Arief, H. 2005. “Pesantren: antara Ta’lim dan Dirasah.” Jurnal Edukasi, No. 12, 25-34.
Baidhawy, Z. 2004. “Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural, sebuah Konsep Alternatif.” Jurnal Tashwirul Afkar, No. 16, hlm. 109-116.
Barnadib, I. 1983. Islam dan Pendidikan Nasional. Jakarta: Lembaga Penelitian IAIN.
Capra, F. 1987. The Turning Point : Science, Society and The Rising Culture. New York: Bantam Books.
Depdikbud. 1979. Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman. Jakarta: Dep. P & K.
Dryden, G. dan Vos, J. 2000. The Lerning Revolution: To Change The Way The World Learns. Bandung: Kaifa.
Freire, P. 1984. Pendidikan sebagai Praktek Kebebasan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Freire, P. 2002. The Politic of Education: Culture, Power and Liberation. Alih bahasa: Agung Prihantoro dan Fuad Arif Fudiyartanto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan REaD.
Goleman, G. 1999. Emotional Intelligence, Kecerdasan Emosional, Mengapa EQ Lebih Penting dari pada IQ. Alih bahasa: T. Hermaya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Madjid, A. 2004. Pendidikan Agama Islam Berwawasan Kompetensi. Bandung: Rosda Karya.
Mudda’i. 2006. "Pendidikan Humaniora: Sebuah Model Pendidikan Sejati." Jurnal Edukasi, No. 5, 30-40
Muhaimin. 2003. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Surabaya: Pusat Studi Agama, Politik dan Masyarakat (PSAPM).
Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berwawasan Kompetensi: Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung: Rosda Karya.
Sastrapratedja, M. 2001. Pendidikan sebagai Humanisasi. Yogyakarta: USD.
Sukidi. 2002. Rahasia Sukses Hidup Bahagia, KECERDASAN SPIRITUAL, Mengapa SQ Lebih Penting dari pada IQ dan EQ. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Syah, M. 1999. Psikologi Belajar. Ciputat: PT. Logos Wacana Ilmu
Zohar, D. dan Marshall, I. 2000. SQ: Spritual Intelligence, The Ultimate Intelligence. London: Bloomsbury.
Published
2017-06-30